Batak News - Sebuah insiden kurang menyenangkan dialami oleh wisatawan yang menyewa jetski Ketua umum Batak Kuansing (PBK) Herdianto Manik ,di Danau Toba, Sumatera Utara. Seorang penyewa jetski mengaku sempat mengalami kerugian setelah diminta ganti rugi sebesar Rp15 juta oleh pihak penyedia agen jetski Situmeang.
Kejadian bermula saat wisatawan tersebut menyewa jetski untuk durasi satu jam. Namun, sebelum waktu sewa habis, jetski yang digunakan tiba-tiba mengalami kerusakan. Diduga, kerusakan tersebut bukan murni kecelakaan, melainkan ada unsur kesengajaan atau "dikerjai" oleh oknum penyewa jetski sebelumnya.
Setelah jetski rusak, pihak pengelola langsung meminta ganti rugi sebesar Rp15 juta kepada penyewa. Tentu saja, wisatawan yang merasa tidak bersalah menolak permintaan tersebut. Setelah terjadi perdebatan, akhirnya pihak karyawan jetski hanya meminta uang "seikhlasnya" dari penyewa sebagai bentuk penyelesaian.
Baca Juga : Fakta Kabar Penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat: Kronologi, Sumber, dan Analisis
Akibat Wisatawan menolak permintaan tersebut karena merasa tidak bersalah. Setelah proses mediasi dan mendapat perhatian dari masyarakat, akhirnya agen penyewa jetski meminta maaf kepada wisatawan.
Saat kasus ini diketahui oleh netizen, banyak yang berkomentar bahwa agen penyewa jetski salah target dalam meminta pertanggungjawaban. Warganet berharap kejadian serupa tidak terulang dan pengelola wisata dapat memberikan perlindungan yang lebih baik kepada wisatawan..
Kejadian ini menjadi pembelajaran penting bagi wisatawan dan pengelola wisata di Danau Toba agar selalu mengedepankan transparansi dan keamanan dalam setiap transaksi. Dengan kerjasama yang baik antara wisatawan, agen penyewa, dan pihak pengelola, diharapkan pengalaman berwisata di Danau Toba tetap aman, nyaman, dan menyenangkan. Semoga insiden serupa tidak terulang di masa mendatang, dan Danau Toba tetap menjadi destinasi wisata unggulan Indonesia

Semangat laeku Pemuda Batak Kuansing
BalasHapusPengusaha jetski tersebut sebaiknya dilarang beroperasi di Parapat. Cukup di Ajibata saja di cari target
BalasHapus