Dalam budaya Batak , Tugu makam(Kuburan )bukan sekadar kuburan tempat memakamkan orang yang sudah meninggal. Tugu menjadi simbol penghormatan kepada leluhur, pengikat keluarga besar Orang Batak , dan tanda bahwa nama orang yang sudah tiada tetap diingat. Karena itu, proses pembangunan tugu biasanya dilakukan dengan penuh adat dan melibatkan banyak anggota keluarga.
Batak News - Tugu dalam masyarakat Suku Batak adalah bangunan makam khusus yang biasanya didirikan untuk orang tua atau leluhur yang dianggap penting dalam satu keluarga. Bentuknya bisa berbeda-beda, ada yang sederhana dan ada juga yang besar dan megah sampai menghabiskan Uang banyak.Di dalam atau di bawah tugu inilah tulang-belulang leluhur disimpan dengan terhormat.
Biasanya nama orang yang dimakamkan di tugu akan ditulis jelas, lengkap dengan marga dan tahun kelahiran serta wafatnya. Dengan begitu, generasi muda bisa tetap mengenal asal-usul mereka dari mana .
Proses Pendirian Tugu: Mengumpulkan Keluarga Besar
Mendirikan tugu bukan keputusan yang diambil sendiri oleh satu orang, tetapi melalui musyawarah keluarga besar. Anak, Boru, dan Anggi akan duduk bersama membicarakan waktu, tempat, dan biaya pembangunan tugu. Karena menyangkut adat Batak, biasanya juga ditentukan siapa yang menjadi penanggung jawab acara dan siapa saja yang akan turut serta dalam persiapan.
Pada hari pelaksanaan, keluarga besar akan datang dari berbagai daerah yang merantau. Ada ibadah atau doa bersama, makan bersama, lalu dilanjutkan dengan acara adat Batak sesuai kebiasaan masing-masing huta atau kampung.
Baca Juga : Asal Usul Begu Ganjang dalam Kepercayaan Masyarakat Batak
Makna Tugu bagi Keluarga Batak
Bagi Suku orang Batak, tugu menjadi pengingat bahwa mereka memiliki leluhur yang harus dihormati. Setiap kali ada anggota keluarga yang pulang kampung dar perantau an. Tugu (Kuburan) sering menjadi tempat pertama yang dikunjungi untuk berdoa dan mengingat jasa orang tua. Dari sana, anak cucu diingatkan untuk tetap saling mengenal meski sudah tinggal jauh dan hidup di zaman yang berbeda.
Selain itu, Tugu juga mengingatkan bahwa hidup di dunia hanya sementara. Nama baik dan warisan moral dari orang tua jauh lebih penting daripada harta yang ditinggalkan.
Tantangan dan Perubahan Zaman Sekarang
Di zaman sekarang, tidak semua keluarga Suku Batak punya kesempatan atau kemampuan untuk mendirikan tugu. Karna Biaya Banyak, lahan, dan perubahan cara pandang membuat sebagian orang memilih bentuk penghormatan lain kepada orang tua. Namun, nilai yang dijaga sebenarnya tetap sama, yaitu rasa hormat, terima kasih, dan keinginan untuk menjaga hubungan antar sesama keluarga.
Karena itu, apapun bentuknya, yang paling penting adalah hati yang tulus dalam mengenang dan mendoakan orang tua dan leluhur Orang Batak.
Tugu makam dalam budaya Suku Batak adalah wujud nyata rasa hormat kepada orang tua dan leluhur. Melalui tugu, keluarga diajak untuk tidak melupakan asal-usulnya dan tetap menjaga hubungan kekeluargaan. Di tengah perubahan zaman sekarang, makna inilah yang perlu terus dipelihara oleh generasi muda.
“Bagaimana tradisi tugu di keluarga Anda? Tulis di kolom komentar.”
